Ketika Tuhan tidak ingin Daud membangun Bait-Nya, Daud menerima perintah Tuhan dengan rendah hati. Apa yang kita baca hari ini adalah bahwa dia sangat tidak mementingkan diri sendiri, tidak melewatkan kesempatan untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi pembangunan Bait Suci, walaupun dia tidak memiliki kehormatan untuk membangunnya.

Sikap yang murah hati dan dengan roh kemurahan yang sepenuh hati mendukung sebagai penghormatan yang mulia bagi Raja Terbesar bangsa Israel. Daud menghabiskan waktu tujuh tahun untuk mengumpulkan sejumlah besar bahan bangunan seperti batu, besi, tembaga, dan kayu. Apakah kamu dapat membayangkan menghabiskan waktu tujuh tahun untuk mengumpulkan bahan bagi sebuah proyek? Begitulah dedikasi Daud. Dia juga mempersiapkan banyak emas dan perak, mencari pekerja dari berbagai keahlian. Dia juga mengingatkan anaknya Salomo akan kehormatan besar yang telah Tuhan anugerahkan kepadanya, dan agar Salomo tetap setia menaati hukum Tuhan, selalu mencari hikmat dan pengertian dari Tuhan. Kita juga harus selalu demikian, dalam setiap pekerjaan bagi Tuhan!

Apakah kamu pernah diminta untuk melayani Tuhan? Jika ya, katakan “Ya” jika kamu bisa membantu. Sungguh luar biasa boleh melayani Tuhan yang telah memberikan kepada kita Anak-Nya yang tunggal! Cara terbaik untuk menyatakan terima kasih kepada Tuhan adalah dengan melayani-Nya. Melayani Tuhan tidak perlu dalam “pekerjaan besar”. Dan kita bisa melayani Tuhan di mana saja, membantu membersihkan meja di rumah, berdoa bagi keluarga, bersikap baik kepada teman sekelas yang baru, menyusun kursi di gereja sebelum Sekolah Minggu dimulai, dan lain-lain. Mari belajar dari Daud cara melayani Tuhan, dia berdedikasi, terperinci, dan sama sekali tidak mementingkan diri sendiri. Inilah pelayanan yang sebenarnya. Sebagian anak mungkin lebih suka melayani Tuhan di bidang yang bisa dilihat orang banyak. Ini bukanlah melayani Tuhan, ini adalah melayani diri sendiri.

RENUNGKAN: Rajinlah bekerja bagi Tuhan..

DOAKAN: Tuhan, ajarkan saya untuk melayani-Mu di mana saya bisa. Dan ajarkan saya untuk melayani Tuhan dengan sikap yang benar. Saya mau belajar dari Daud yang tidak mementingkan diri sendiri dalam melayani, dan contoh teladan terbaik bagi saya adalah Yesus, yang telah memberikan pelayanan terakhir, yaitu nyawanya dengan sukarela. Saya berdoa dalam nama Yesus Juruselamatku, amin.