Doa,
Ya, Bapa yang maha kasih, jauhkan aku dari rasa khawatir akan hari esok, dan mampukan aku untuk terus mempercayai akan penyelenggaraan Ilahi-Mu, Amen.

*******************************************************************

Kasih Allah itu tanpa batas dan tak berkesudahan. Kasih manusia itu terbatas, namun untuk Allah kasih itu tanpa batas. Gambaran kasih manusia itu dijelaskan oleh Yesus dengan kasih Allah yang memelihara burung-burung di langit yang tidak menanam atau menuai, dan tidak mengumpulkan bekal di lumbung, toh diberi makan oleh Bapa di surga. Bukankah kita ini jauh lebih penting dari burung-burung itu. Oleh karena itu Yesus meminta kepada kita semua untuk tidak takut akan hari esok tentang apa yang harus kita minum atau makan, atau akan pakaian yang kita butuhkan untuk tubuh kita.

Yesus juga menambahkan untuk memperhatikan dan melihat bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Yesus juga membandingkan dengan Salomo dengan segala kemegahannya. Namun keindahan Salomo tidak seindah salah satu bunga bakung di ladang ini. Jika Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok di buang ke dalam api, tidaklah berharga mendandani kita yang jauh lebih berharga. Dari nasehat itu Yesus mau mengatakan bahwa manusia (kita) itu jauh lebih penting dari segala ciptaan yang lain. Kita tidak boleh seperti bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Sebagai pengikut Yesus, seharusnya kita mau mndengarkan sabda Yesus untuk tidak khawatir akan hari esok. Kita mempercayakan akan penyelenggaraan Ilahi. Dan harus kita imani bahwa Sabda Yesus itu kekal dan nyata. Janji Yesus tidak pernah meleset. Terkadang kita yang kurang sabar. Berkaitan dengan rasa kekhawatiran ini Yesus mengatakan :” Carilah kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan. Allah mengetahui segala kebutuhan kita. Yesus juga menambahkan :” Jangan khawatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesudahannya sendiri. Kesudahan sehari cukup untuk sehari.”

Kecemasan atau kekhawatiran akan terus menghantui setiap kehidupan kita, kalau kita tidak bersama Tuhan. Tuhan tidak pernah menjauh dari umat-Nya. Kitalah yang menjauhi Dia. Oleh karena itu, peran doa menjadi sangat penting dalam kehidupan. Kita berpasrah kepada-Nya melalui penyelenggaraan Ilahi-Nya. Dalah hidup ini, kita sangat bergantung kepada belas kasih Tuhan, dan hanya dengan doalah kita dapat dipertemukan dengan Dia yang berkuasa atas langit dan bumi ini, yang juga merupakan Yang Awal (Alpha) dan yang terakhir (Omega). Mari berserah kepada-Nya melalui doa-doa yang tulus. Karena hanya kepada-Nyalah kita meminta dan berlindung.

URUSI HARI INI–
Sebagian orang menyibukkan diri dengan banyak menyesali hal yang sudah terjadi dan mengkhawatirkan masa yang akan datang. Pada saat kita memberi porsi lebih banyak untuk masa lalu dan masa yang akan datang, sebenarnya kita telah banyak mengurangi perhatian kita di masa sekarang, perhatian untuk hari ini. Masa lalu yang tidak mungkin bisa diubah mengapa harus disesali dan masa akan datang yang secara pasti kita tidak bisa menentukan untuk apa dikhawatirkan.

Temukan semangat Anda hari ini dengan lebih perhatian pada kejadian hari ini!

Semoga diberkati.. ^_^