*** Manusia punya batas kesabaran, tapi Tuhan menciptakan manusia dengan kesabaran yang tak terbatas

    ***


    Konteksnya saat ini adalah, seorang manusia yang terus di uji kesabarannya oleh Tuhan dengan orang orang yang saya rasa tidak memiliki tingkat kesabaran yang cukup untuk bisa dikatakan seorang yang sabar.
    Manusia makhluk yang tidak sempurna, of course, kesempurnaan hanya milik Tuhan YME.
    Orang yang dikatakan sabar bukan berarti terus terusan sabar jika dia dihina, dilecehkan, dicemooh, di jatuhkan martabatnya dan saya rasa Tuhan juga tidak menciptakan manusia untuk direndahkan seperti itu.

    Coba renungkan anugerah Allah kepada kita.

    Kadang kita pun dibuat tak percaya dengan anugerah itu.

    Kita yang mungkin beberapa hari belakangan, bahkan beberapa bulan atau beberapa tahun belakangan ini jauh dari-Nya, masih saja mendapat jatah kehidupan. Dengan gelimang dosa yang kita buat, masih saja Dia memberi nikmat. Luar biasa! betapa baiknya Tuhan kita.

    ** Mata kita masih bisa membedakan warna, melihat hijau dedaunan, membaca kalimat-kalimat dalam surat kabar, meneliti sesuatu yang ganjil dan banyak lagi. Masih sempurna, meski dalam gelimang dosa.
    ** Telinga kita masih bisa membedakan suara, mana suara air dan mana suara angin. Membedakan tangis anak atau adik dengan tangis anak tetangga. Membedakan gemerisik daun dan suara lembaran-lembaran buku yang tertiup angin.

    Tapi ingat.
    Ujian Allah juga begitu sempurna, sebagaimana nikmat-Nya juga teramat sempurna.
    Maka, diperlukan kesabaran yang sempurna, untuk mendapatkan nikmat yang sempurna.
    Setidaknya, kesabaran yang mendekati sempurna.

    Tuhan tidak buta, Tuhan tidak tuli, Tuhan tau segalanya, bahkan sebelum terjadi pun Tuhan mengetahuinya. Kamu tidak mesti takut untuk tidak bersabar dalam cara yang kamu rasa tidak perlu kamu jelaskan, karena hatimu yang tau, hatimu yang merasakan, dan hatimu yang mengerti bagaimana kamu menterjemahkan apa yang kamu sisihkan.

    Tuhan memberkati.. ^_^