Pada umumnya kita dapat melihat bahwa yang namanya pimpinan,bos,ketua,apalagi pejabat tinggi negara seperti halnya para menteri,anggota DPR dan Presiden,mereka selalu dilayani atau meminta dilayani dan diperlakukan secara istimewa.

Saat semua rakyat terjebak didalam kemacetan,presiden dan para pejabat tinggi dapat berkendaraan dengan lancar, karena semua kendaraan lain dihentikan. Ketika ada jamuan makan, maka para pemimpin dan ketualah yang biasanya dipersilahkan untuk makan terlebih dahulu.
inilah contoh-contoh nyata perlakuan istimewa kepada para pemimpin di dunia ini.
Pernakah anda melihat seorang menteri yang melakukan operasi mendadak(sidak) ke pasar? biasanya para menteri itu datang dengan pengawal dan rombongannya,berbicara sambil menunjuk-nunjuk dan bertanya layaknya seorang pembesar,tertawa sebentar lalu pergi ke penjual yang lain.sidak ini umumnya berjalan dalam kurun waktu yang singkat.
***
********************************************************************************


Sekarang perhatikanlah apa yang terjadi ketika Yesus bertemu dengan Lewi, si pemungut cukai yang dikatakan sebagai orang berdosa oleh ahli-ahli taurat dan orang farisi.
“Kemudian ketika ia berjalan lewat di situ, ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli taurat dari golongan orang farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-muridNya: Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Mrk 2:14-16).

Yesus tidak sekedar menyapa lewi dan mengobrol ala kadarnya, namun ia datang ke rumah Lewi, makan bersama-sama dengannya dan dengan semua sahabat-sahabat Lewi lainnya. Sekalipun Yesus saat itu menjadi tokoh yang disanjung-sanjung, namun ia mempunyai kerendahan hati yang luat biasa, ia bisa duduk makan semeja dengan orang-orang yang dianggap rendah oleh masyarakat lainnya.
Menjelang paskah, Yesus menanggalkan JubahNya dan mengikatkan sehelai kain lenan pada pinggangNya. Kemudian ia mengambil baki pembasuhan dan menuangkan air ke dalamnya. Murid-muridNya lebih terkejut lagi ketika Yesus menghampiri mereka satu per satu, kemudian Ia membasuh dan menyeka kaki mereka dengan kain lenan tersebut. Murid-murid tercengang, karena pekerjaan itu biasanya dilakukan oleh pelayan yang paling rendah dari semua pelayan yang ada di dalam suatu rumah.

Setelah selesai, Ia berkata, “Jadilah jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu “(Yoh 13:14).
Itulah teladan kerendahan hati Sang Guru! Luar biasanya, Ia juga membasuh kaki Yudas, murid yang kemudian menghianatiNYA!

Note: Marilah kita belajar meneladani kerendahan hati Tuhan..

Tuhan Yesus memberkati…