Tua Pasti, Dewasa Pilihan
(Mazmur 119:9-27)

Siapa yang pernah membaca cerita berjudul “Peter Pan and The Lost Boys”? Novel karangan J. M. Barrie (1860-1937) ini sangat populer dan diangkat dalam bentuk cerita, drama, novel, komik, layar lebar, dan berbagai versi lainnya. uniknya, cerita ini mengangkat sebuah realitas yang aneh mengenai seorang anak bernama Peter yang tidak bertumbuh dewasa sama sekali. Ia bertemu dengan seorang gadis kecil lalu jatuh cinta kepadanya. Lucunya, 20 tahun kemudian gadis itu sudah menjadi dewasa, sementara Peter tetap abadi sebagai anak-anak. Rekan-rekan remaja, kira-kira apa yang akan terjadi kalau kita tidak bertumbuh dewasa ya?

Setiap orang pasti bertambah tua, namun tidak semua orang bisa menjadi dewasa. Kedewasaan hanya didapati dari perjumpaan manusia dengan Tuhan dalam kesehariannya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “semakin tinggi pohon, semakin kuat angin yang menerpanya.” semakin kita bertumbuh di dalam Tuhan, justru intensitas masalah akan bertambah.kita akan lebih sering berhadapan dengan masalah dan godaan dalam hidup.
Hadapilah masa depan dengan bersandar kepada Tuhan dan tidak membiarkan hidup kita terombang ambing oleh situasi dunia yang menjerumuskan kita. Inilah bukti dari sebuah kedewasaan.
=====================================================================================

Bagaimana caranya agar kita agar manusia tidak terjerumus dan terombang-ambing dalam hidup?

Ia harus membekali dirinya dengan Firman Tuhan. Berkat hikmat dan Firman Tuhan adalah seumpama warisan yang tidak dapat habis dalam hidup manusia, lebih dari harta benda di dunia (bdk ay 14). Pencarian dan pengenalan akan Firman Tuhan ini tidak kita dapatkan secara instan. Tidak seperti membuat Indomie, disiram langsung matang. Perlu proses! Apakah kita mampu membaca Alkitab semalam suntuk kemudian kita tiba-tiba dapat ilham keesokan harinya? Tidak seperti itu! Menjadi dewasa dibuktikan dengan pendalaman Firman Tuhan secara kontinu dan mendalam di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana kita disebut sebagai orang-orang Kristen yang bertumbuh dewasa?
======================================================================================

Rekan-rekan terkasih dalam Tuhan, pertumbuhan manusia tidak hanya pertumbuhan fisik saja, tetapi juga pertumbuhan non fisik. Yakni tingkat kedewasaan seseorang. Apa saja aspek-aspek yang menunjukkan kedewasaan seseorang? Ada 5 aspek yang menunjukkan kedewasaan seseorang: (1)Perkembangan kemampuan berpikir, (2) Perkembangan kemampuan mengelola emosi, (3) Perkembangan kemampuan mengelola gerak, (4) Perkembangan kemampuan mengelola relasi sosial, dan (5). Perkembangan kemampuan penghayatan spiritual. Nah, apa ciri-ciri seseorang yang sudah dewasa?

Pertama, seorang dewasa mampu mengenali dirinya. Ia tahu siapa dirinya. Anak kecil tidak takut bermain api sebab ia tidak sadar akan bahaya itu. Jika masih ada orang dewasa yang suka ugal-ugalan di jalan atau mengonsumsi narkoba, ia sama seperti anak kecil karena tidak tahu akan bahaya yang ia hadapi.

Kedua, seorang yang dikatakan dewasa mampu menerima dirinya tak tidak minder. Misalnya, seorang yang rambutnya kribo, sampai kapanpun saya tidak akan pernah bisa jadi model iklan sampo. Walau demikian, saya tidak perlu minder akan diri saya sebab Tuhan telah memberikan saya talenta yang lain. Dengan talenta yang ia miliki, ia bukan menjadi seorang yang angkuh. Misalnya bagi pelajar SMA, saya nanti masuk IPA karena saya memang kuat Matematika. Atau saya akan masuk IPS karena ilmu sosial sangat menarik bagi saya. Dan kalau saya punya kelebihan di bidang itu tidak perlu menjadi angkuh.

Ketiga, dewasa berarti mampu menerima keberadaan orang lain. Kita bandingkan dengan seorang anak kecil yang bermain winning eleven atau Professional Edition Soccer di playstation melawan rekannya yang lain. Kalau dia kalah, ia akan menjadi kesal dan membanting stick playstation. Mengapa? Ia tidak bisa menerima kekalahan. Tetapi bagi orang dewasa berbeda. Orang dewasa bisa menerima keberadaan orang lain yang lebih unggul darinya. Tidak iri dan tidak cemburu.

Keempat, dewasa berarti mampu mengarahkan hidup pada orang lain. Anak kecil, sering hanya berpusat pada dirinya sendiri dan tidak perduli dengan kesulitan orang lain. Orang yang masih melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) belum menjadi dewasa karena ia memikirkan perutnya sendiri dan tidak peduli terhadap orang-orang di sekitarnya yang mati di jalanan karena kelaparan. Orang yang dewasa peduli dan mau berbagi dengan orang lain.

Kelima, dewasa berarti mampu berpikir dan bertindak mandiri. Ingat waktu rekan-rekan masih kecil dulu? disuapin, dipakaikan sepatu, dimandikan, ditemani mengerjakan PR, dsb. Seorang seorang yang sudah dewasa, tidak lagi diingatkan terus-menerus untuk melakukan kewajibannya. Tidak perlu diingatkan lagi untuk belajar, tidak perlu di larang lagi untuk tidak keluyuran bersama preman tengah malam, tidak perlu diingatkan untuk tidak ugal-ugalan di jalan raya. Hmm… atau jangan-jangan di sini masih ada rekan-rekan remaja yang dimandikan sama papa atau mama?
Pertumbuhan menjadi dewasa merupakan sebuah keharusan. Menumbuhkan kepribadian, rasa tanggung jawab, rasa peduli, iman, wawasan, dan sebagainya. Apa jadinya kalau kita tidak bertumbuh? Wah, kita akan mengalami stagnasi atau kemandegan. Umur kita dewasa tetapi kepribadian kita belum. Hidup adalah pertumbuhan oleh sebab itu ia memerlukan proses waktu yang cukup lama.

Rekan-rekan pernah melihat pohon bonsai? Ya, pohon yang kecil itu. Bonsai tetap kerdil karena hormone pertumbuhannya dihambat. Berbeda dengan pohon bonsai, Sequoia adalah pohon terbesar di dunia, tingginya mencapai 85m. diameter tubuh pohon itu mencapai 16-25 kaki. 1 pohon Sequoia bisa membuat 34 rumah yang masing2 5 kamar. Wah, sungguh pohon yang besar bukan?

Nah, demikian juga dengan kehidupan kedewasaan kita. Kita bisa mendapatkan kedewasaan intelektual, emosional, tindakan, dan spiritual bila kita mendapatkan asupan yang memenuhi kedewasaan itu. Iman kita juga demikian.

Iman kita bisa bertumbuh dengan Firman Tuhan. Bila kita bersandar pada firman-Nya maka kehidupan rohani kita menjadi seperti bonsai.
Tapi bila kehidupan kita diasup Firman Tuhan, kita bisa menjadi dewasa dan besar sepeti sequoia.

Nah, rekan2 mau jadi yang mana? Bonsai atau sequoia? ^_^

Tuhan memberkati..😀