Rom 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Hari-hari ini banyak dari kita terlibat pelayanan di dalam gereja. Mulai dari khotbah, WL, singer, music ataupun pelayanan pendukung seperti helps, usher ataupun kolektan. Hal ini memang baik tapi apakah pelayanan kita memperkenan hati Tuhan? Apakah pelayanan kita berbau harum?
Jangan biarkan kita melayani karena keagamawian kita. Apalagi sebagai sebuah status di dalam gereja. Pelayanan yang kita lakukan haruslah dilakukan dengan benar dan akurat.
Inilah beberapa hal yang harus kita jaga agar pelayanan kita membawa keharuman di hadapan Tuhan.

A. JANGAN KERAJINANMU KENDOR
Kerajinan yang kendor merupakan kehilangan semangat atau gairah dalam hidup kita. Keantusiasan sangatlah penting dalam hidup kita. Semangat yang patah keringkan tulang. Maka dari itu jaga terus kerajinan kita untuk tidak mengalami penurunan atau berkurang.
Kerajinan kita untuk berdoa, menyembah, bersekutu, merenungkan Firman dll harus terus meningkat bukan menurun. Apabila kita mengalami gejala kerajinan yang kendor berhati-hatilah karena itu adalah gejala awal kehilangan kehausan akan Tuhan. Itulah tanda awal dari kesuaman rohani.
Pelayanan apapun yang kita lakukan tidaklah memiliki efek apapun apabila kita melakukannya dalam kerajinan yang kendor alias kesuaman. Itu hanya menjadi aktifitas keagamaan belaka saja.
Jangan biarkan kerajinanmu kendor. Perbaiki kembali dan tingkatkan kembali. Kalau selama ini ketika kita berdoa tidak lagi serajin dulu, ada tanda Tanya besar, kenapa? Apabila kerinduan kita membaca dan merenungkan Firman tidak serajin seperti biasanya, tanda Tanya besar, ada apa?
Sama seperti nafsu makan tiba-tiba hilang begitu saja selama beberapa hari, maka itu adalah tanda-tanda fisik sedang mengalami kelainan atau sakit. Kita perlu mengalami pemulihan untuk disegarkan kembali sehingga nafsu makan kembali normal.
Begitu pula apabila minat kita akan hal-hal rohani atau lebih tepatnya akan Tuhan mengalami kekendoran, inilah waktunya kita kembali datang kepada Tuhan dan disegarkan kembali. Kembali mendisiplin diri kita kembali untuk melakukan hal yang benar yang dulu pernah kita lakukan.
Ada banyak orang ketika mengalami kekendoran mereka terus melayani Tuhan. Hal ini sangat menjijikan bagi Tuhan. Hal terburuk adalah pada akhirnya orang tersebut tidak menikmati anugerah dan berkat yang Tuhan sudah sediakan.
Kelelahan dan merasa sendirian akan mulai menggerogoti orang tersebut. Beban berat seperti dipikulnya. Stress menumpuk dan menekan dirinya. Kebingungan terjadi dalam pelayanan. Semua tampak berat dalam hidup ini. Inilah tanda dari memburuknya kerajinan yang kendor.
Berhenti sibuk dengan banyak hal, beri waktu luang untuk mengalami terobosan dari Roh Kudus, minta Roh Kudusnya kembali membangkitkan kerajinan-keantusiasan di dalam hidup kita.

B. ROHMU MENYALA-NYALA
Ketika kita melayani Tuhan dimanapun, kita harus melakukannya dengan roh yang menyala-nyala. Roh yang berapi-api. Hal ini lebih dari sekedar semangat atau antusias. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus yang membakar hati kita dengan kerinduan dan mimpiNya. Semangat yang dari Sorga yang membawa kita terus mengalami pekerjaan Roh Kudus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sewaktu kita melayani, sama seperti kita membawa korban bakaran di hadapan Tuhan. Daging apabila dibakar maka akan membawa harum. Dan berubah menjadi steak atau sate. Waaw ini sangat harum dan nikmat.
Apabila tidak dibakar dan dibiarkan beberapa hari maka bukanlah bau harum melainkan bau busuk dan bilatung akan keluar dari daging tersebut. Hal ini sangat mengganggu.
Banyak orang melayani tanpa Api kobaran Roh Kudus makanya berbau bangkai di hadapan Tahta Bapa. Pelayanan tanpa roh yang menyala adalah sama seperti korban yang tidak dibakar di atas mezbah dan dibiarkan beberapa hari. Sangat bau !
Akan tetapi pelayanan yang dilakukan dengan roh yang menyala, itu sama seperti korban yang dibakar diatas mezbah. Baunya sangat harum dan menyenangkan.
Lakukanlah pelayanan dengan roh yang menyala-nyala. Lakukanlah dengan dorongan Roh Kudus bukan tekanan keadaan ataupun tekanan kepemimpinan. Lakukan karena ada Roh yang mendorong kita melakukannya dengan penuh semangat yang tinggi.
Pelayanan yang lahir dari roh yang menyala maka akan membawa perubahan dan kehidupan. Ingat pelayanan roh menghidupkan tetapi daging mematikan.
Jangan biarkan pelayanan kita hanya diisi dengan aktifitas keagamaan tanpa roh yang menyala-nyala. Ketika kita melayani Tuhan dalam bentuk apapun pastikan bahwa roh kita dalam keadaan yang menyala (on fire). Apabila tidak lebih baik kita menyendiri dengan Tuhan dan minta api Tuhan membakar kita.
Api yang membakar kita janganlah api yang asing atau aneh. Jangan api yang dari dunia ini. Melainkan api dari Tuhan.
Sama seperti Elia menantang nabi baal, Elia menyiapkan mezbah dan korban tapi apinya harus dari Sorga. Baal mencoba melakukan hal tersebut namun gagal dan berakhir dengan kekecewaan. Elia memanggil nama Tuhan dan memohon api turun maka turunlah api dari Sorga dan membakar korban tersebut.
Itulah pelayanan sejati. Dimana apinya adalah nyala api Tuhan. Melayani tanpa api Tuhan hanya membawa banyak kekecewaan. Apakah bisa melayani dengan api dari dunia ini?
Bisa, ketika kita melayani dengan semangat karena ada gaji yang diberikan gereja. Atau melayani karena status kita dalam gereja. Bisa juga melayani karena ada teman hidup yang kita dapatkan. Atau melayani karena ingin mejadi terkenal. Semua itu adalah contoh api yang asing di hadapan Tuhan.
Kita harus melayani dengan kemurnian. Semua untuk Kerajaan Allah. Apapun yang kita lakukan semata-mata karena kita mengasihi Tuhan dan digerakkan oleh Roh Tuhan. Inilah api yang benar. Kita berfokuskan kepada Tuhan dan kerajaanNya, bukan kepada kepentingan diri kita atau keuntungan pribadi. Semua untuk kepentingan Tuhan.
Setelah kita memastikan kerajinan kita tidak kendor dan roh kita menyala-nyala, barulah kita berhak melayani dan pelayanan yang kita lakukan sangat jauh berbeda dampak yang dihasilkannya. Bahkan jemaatpun dapat merasakan kehadiran Tuhan dan Roh Kudusnya yang nyata bekerja di tengah-tengah pelayanan yang Tuhan percayakan. Hal ini membawa perubahan dan kehidupan dalam semua pelayanan yang kita kerjakan. Termasuk pelayanan yang kita kerjakan di kantor sebagai seorang karyawan atau pimpinan (market place).
Puji Tuhan, mari mulai sekarang kita melayani dengan keantusiasan dan kerajinan yang penuh serta roh yang menyala-nyala maka semua menjadi ringan, mudah dan enak karena Roh Kudusnya yang memimpin dan membawa pengaruh perubahan dalam apa yang kita kerjakan.

Tuhan memberkati.